Senin, 15 Februari 2016

Footsteps

Untuk sebuah hari ini manusia melangkah beribu-ribu kali. Dan manusia yang harus berbangga adalah mereka yang tidak menyesali.

Senang rasanya bisa melewati sesuatu. Ada kepuasan tersendiri bisa memahami orang lain. Ada syukur tersendiri ketika kita telah menyelesaikan sesuatu. Dan di setiap buku yang kututup, entah bagaimana lembarnya, tidak ada sedikitpun aku ingin menyesalinya.

Ibarat pasir yang membuat jejak saat kita melangkah, kita tidak akan kembali menapakkan kaki pada jejak kaki yang sama. Jika kita melewati jalan yang sama pun jejak yang kita buat tidak pernah sama.

Hari ini kelebat masa lalu kembali hadir. Tuhan mempertemukanku lagi dengan bagian masa lalu dalam keadaan yang tidak disangka, lagi.Tapi yang kutahu Tuhan tidak menghadirkan perasaan yang pernah menjadi bagiannya. Dan aku bisa dengan tegak menghadap ke depan tanpa rasa peduli sedikitpun.


Selasa, 09 Februari 2016

Berayun

"Rasakan semua, demikian pinta sang hati. Amarah atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada waktunya. Dan inilah hatiku, pada dini hari yang hening. Bening. Apa adanya."  
-Rectoverso-

Saat kita berayun, seharusnya kita berayun di antara harapan dan ketakutan. Harapan untuk mengayun tinggi dan ketakutan untuk jatuh keluar dari jalur. Tapi sore itu kita berayun dengan tawa. Bukan berarti tidak peduli akan harapan dan ketakutan. Akan tetapi kita selalu bisa memilih untuk melaluinya seperti apa.

Sore itu diam-diam terselip juga harapan dan ketakutan. Angin berbisik di hatiku tentang takut kehilangan. Dan di antara rintik gerimis itu kuselipkan harapan untuk terus bersamamu. Biar segala isi hati yang kutitipkan bersama air hujan itu turun dengan gagah, meresap ke dalam tanah, sempurna menjadi pijakanmu melangkah.

Terima kasih sudah berkunjung ke kota kelahiranku. Menyempatkan datang pada tempat yang sungguh apa adanya. Tidak banyak yang bisa kutawarkan di sana selain ketulusan. Semoga bahagia di manapun kamu berada.