Selasa, 09 Februari 2016

Berayun

"Rasakan semua, demikian pinta sang hati. Amarah atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada waktunya. Dan inilah hatiku, pada dini hari yang hening. Bening. Apa adanya."  
-Rectoverso-

Saat kita berayun, seharusnya kita berayun di antara harapan dan ketakutan. Harapan untuk mengayun tinggi dan ketakutan untuk jatuh keluar dari jalur. Tapi sore itu kita berayun dengan tawa. Bukan berarti tidak peduli akan harapan dan ketakutan. Akan tetapi kita selalu bisa memilih untuk melaluinya seperti apa.

Sore itu diam-diam terselip juga harapan dan ketakutan. Angin berbisik di hatiku tentang takut kehilangan. Dan di antara rintik gerimis itu kuselipkan harapan untuk terus bersamamu. Biar segala isi hati yang kutitipkan bersama air hujan itu turun dengan gagah, meresap ke dalam tanah, sempurna menjadi pijakanmu melangkah.

Terima kasih sudah berkunjung ke kota kelahiranku. Menyempatkan datang pada tempat yang sungguh apa adanya. Tidak banyak yang bisa kutawarkan di sana selain ketulusan. Semoga bahagia di manapun kamu berada.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar