Sabtu, 04 April 2015

Suatu hari di hari Minggu

Dua puluh tahun coba mengingat kembali tentang hari-hari Minggu yang sudah kulewati. Masa kecil bermain dengan bermacam-macam teman, bermacam-macam kisah. Murni bermain atau mencoba berlari dari kesepian?
Hari Minggu Ibu pergi, Bapak belum tentu pulang, Mas dan Mbak belum tentu ada di rumah. Pernah suatu ketika Bapak harus kembali ke rantau di hari Minggu. Aku belum bisa mengendarai sepeda motor waktu itu. Jadi aku hanya bisa mengantarkannya jalan kaki sampai jalan naik di dekat rumah. Beliau menciumku lalu melambaikan tangan. Aku melihatnya sampai menghilang di persimpangan jalan. Aku berbalik, pulang dengan gontai, dengan segala emosi anak kecil. Sampai rumah, aku menangis sejadi-jadinya.

Jumat, 03 April 2015

Aku, Kamu, dan Rindu

Aku sudah kalah sejak awal. Di depanmu, ada aku dan segenap rasaku. Tetapi tak  pernah cukup untuk membuatmu beralih darinya. Dan aku masih saja berharap. Bukankah itu berarti sedang mencari celah dalam hatimu?
Pada akhirnya aku sampai di dalam celah itu. Membawa api. Membuat hatimu dan hatiku terbakar. Jika sudah begini, mau dibawa kemana bara-bara ini? Akankah kamu biarkan atau dengan satu kata kamu padamkan.
Jika sudah begini, mau dibawa kemana rindu-rindu ini? Akan kamu kalahkan atau kamu biarkan ku menangkan.