Kamis, 02 Juli 2015
Perahu
Berdiri di atas dua perahu, membuatmu harus memilih salah satunya atau lama-lama kamu akan jatuh dengan sendirinya. Tapi kamu memilih untuk menjaga keseimbangan untuk keduanya. Aku pun berlayar menjauh. Terus maju tak mau menoleh ke belakang lagi. Biar saja kutemukan suatu titik bernama hampa, asal tak kau permainkan batas kesabaran. Jika kehampaan itu adalah air, maka biarlah aliran air yang merenggutnya, atau aku yang mendayungnya. Hingga nanti kutemukan tempat berlabuh, di mana akan ada sepasang kaki yang dengan mantap berdiri di atas perahuku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar