Mereka bodoh. Mereka gila. Bagaimana tidak? Bertahun-tahun mereka berdua hidup dengan saling menyakiti. Sampai kapan? Sampai raga mereka tidak mampu bertahan lagi? Seremeh itukah jiwa yang diberikan oleh-Nya untuk disia-siakan?
Bukan. Mereka bukan sepasang kekasih dalam drama percintaan. Mereka dua orang dengan ikatan darah. Saling menyakiti satu sama lain hingga membuat sekitarnya gila.
Tolonglah. Orang-orang di sekitar kalian bukan malaikat. Aku pun adalah manusia biasa yang bertanya masih kurang lapangkah hatiku?
Ku kira aku masih bermimpi. Tapi rasanya tak asing. Secepat kilat aku terbangun dari tidur lelapku. Aku gemetar, panas. Seharusnya aku melewatkan tidur siang dengan sayup-sayup langkah kaki anak-anak sepulang sekolah. Tapi apa ini?
Mereka yang bertengkar hanya memikirkan diri mereka sendiri. Tanpa berpikir imbasnya bagi orang lain. Mereka berpikir hanya mereka yang merasakan sakitnya dan bertanya orang lain tahu apa? Hidupmu sudah enak!! Enak?
Masih bisa kalian bilang hidup orang lain tenang? Masih bisa kalian bilang hidup kalian paling menderita? Sedang disisi kalian ada orang yang ikut gila mencemasi hal yang tak berguna.
Kegilaan ini seperti tak berujung. Kupegang hatiku erat..memintanya bertahan sekuat tenaga. Berlapang dadalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar