Rabu, 09 Maret 2016

Kalut

Pagi itu aku melaju menuju kota tempatku belajar lagi. Sepertinya aku kesiangan, karena matahari sudah agak tinggi. Gedung dan bangunan di kotaku tidak banyak yang tinggi. Dan matahari sudah muncul di balik gedung-gedung itu. Baiklah, aku pernah mengatakan aku menyukai matahari pagi, tapi sungguh, pagi itu cahanya benar-benar mengganggu. Ia mengikutiku terus menerus di sebelah kiriku. Melewati kaca. Mengganggu penglihatanku.
Selama perjalanan itu aku terus marah. Entah karena cahaya menyebalkan itu atau suasana hati sedang tidak begitu baik. Aku ingin marah dan melaju kencang. Kenapa saat kita kesal kita ingin melaju kencang? Karena kita ingin mengubah sesuatu dengan berpindah cepat. Aku merasa kalut sekali pagi itu. Tapi cahanya menghambatku melakukannya. Benar-benar mengganggu, atau aku harus berterimakasih?
Ada kalanya dalam hidup aku begitu kalut. Merasa kesal terhadap apapun. Tapi aku harus bisa mengatasinya. Dan dalam perjalanan panjang itu, aku menghela nafas berkali-kali. Aku harus menyelamatkan hatiku dari kekesalan yang tidak penting ini. Sungguh, bukankah pagi begitu sejuk untuk dinikmati? Semoga..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar