I am officially 21 years old!!
Sudah kepala dua, lebih satu. Hari itu aku banyak diam. Aku tahu setelah ini akan banyak hal berubah dengan bertambahnya usia. Beberapa percakapan mulai serius. Peperangan batin dalam diri sendiri mulai sering dirasakan. Tapi bukankah seharusnya anak muda siap menerima tantangan? Menikmati jatuh bangun?
"Selamat ulang tahun," kata ibuku saat aku pamit sambil mencium pipinya. Sangat bersyukur beliau masih bersamaku hingga di usiaku yang sekarang ini. Meski hanya berdua, aku yakin suatu saat yang lain akan pulang, karena hati mereka ada di rumah ini, iya kan?
Siangnya aku pergi, menemui seseorang yang sudah menantiku. Banyaaak sekali yang dia lakukan untukku. Banyaak sekali yang dia berikan untukku. Banyak sekali yang membuat hariku saat itu semakin istimewa. Tapi sebenarnya, dialah kado terindahnya. Dia diam, dia cemberut, dia tersenyum, dia tertawa, dia ngomel-ngomel, dia merajuk, dia serius, dan lain-lainnya, diam-diam aku memandanginya, merekamnya dengan jelas dalam setiap kenangan. Lalu aku tersenyum dan kembali berpaling.
Aku adalah orang aneh yang sering memiliki pemikiran sendiri dan tiba-tiba tertawa, seperti orang gila. Ha, dan kamu menjadi salah satu bagian dari keanehanku itu, jangan menyesal ya.
Hmm banyak sekali yang aku takutkan tentang hari esok. Tapi banyak juga yang aku harapkan. Meski aku orang yang berhati-hati dan mencoba realistis, tapi aku juga punya mimpi. Melangkah. Aku hanya harus melangkah. Seperti saat aku bertanya "Jogja hujan apa enggak?". Hujan deras katamu. Aku berpikir ulang untuk pergi. Tapi akhirnya aku memutuskan pergi. Meski sepanjang perjalanan aku menyaksikan langit Jogja di sana gelap tapi aku tetap memutuskan pergi. Karena aku tidak tahu apakah saat aku sampai disana masih hujan atau tidak, atau hanya gerimis, atau tinggal awan mendungnya saja, atau malah hujan badai. Aku juga tidak tahu apakah aku akan basah, atau setengah basah, atau terjaga tetap kering.
Yang aku tahu, pasti selalu ada tempat untuk berteduh. Yang nyaman. Yang menghangatkan. Apapun itu.
Aku hanya perlu melangkah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar